Selasa, 27 Oktober 2009

Kerajaan Sriwijaya

Dalam sejarah Indonesia terdapat dua kerajaan kuno yang diketahui sebagai kerajaan-kerajaan yang megah dan jaya, yang melambangkan kemegahan dan kejayaaan bangsa Indonesia di zaman dahulu. Kedua kerajaan itu adalah kerajaan Sriwijaya dan Majapahit.


Lokasi Kerajaan
Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan besar yang pernah membawa kejayaan bangsa Indonesia di masa lampau. Kerajaan Sriwijaya bukan saja dikenal di wilayah Indonesia, tetapi dikenal hampir disetiap bangsa dan Negara yang berada jauh di luar Indonesia. Hal ini disebabkan letak Kerajaan Sriwijaya yang sangat strategis dan dekat dengan selat Malaka. Telah kita ketahui, Selat Malaka pada saat itu merupakan jalur perdagangan yang sangat ramai dan dapat menghubungkan antara pedagang-pedagang dari Cina dengan India maupun Romawi.
Dari tepian Sungai Musi di Sumatera Selatan, pengaruh Kerajaan Sriwijaya terus meluas yang mencakup Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Bangka, Laut Jawa bagian Barat, Bangka, Jambi Hulu, dan mungkin juga Jawa Barat (Tarumanegara), Semenanjung Malaya hingga ke Tanah Genting Kra. Luasnya wilayah laut yang dikuasai Kerajaan Sriwijaya menjadikan Sriwijaya sebagai kerajaan Maritim yang besar pada zamanya.


Wilayah Kekuasaan Kerajaan Sriwijaya
Pada awal pertumbuhanya, Kerajaan Sriwijaya mengadakan perluasaan wilayah kekuasaan ke daerah-daerah sekitarnya. Setelah berhasil menguasai Palembang, ibukota Kerajaan Sriwijaya dipindahkan dari Muara Takus ke Palembang. Dari Palembang Kerajaan Sriwijaya dengan mudah dapat menguasai daerah-daerah disekitarnya sepertin Bangka, Jambi Hulu, dan mungkin juga Jawa Barat (Tarumanegara). Maka dalam abad ke-7 M, Kerajaan Sriwijaya telah berhasil menguasai kunci-kunci jalan perdagangan yang penting seperti Selat Sunda, Selat Bangka, dan laut Jawa bagian barat.
Pada abad ke-8, perluasaan kerajaan Sriwijaya ditujukan ke daerah utara, yaitu menduduki semenajung Malaya dan Tanah Genting Kra. Pendudukan terhadap daerah Semenajung Malaya bertujuan untuk menguasai daerah penghasil lada dan timah. Sedangkan pendudukan terhadap Tanah Genting Kra bertujuan untuk menguasai jalur perdagangan antara Cina dan India.
Pada abad ke-8 Kerajaan Sriwijaya telah berhasil menguasai seluruh jalur perdagangan di Asia Tenggara, baik yang melalui Selat Sunda maupun Selat Malaka, Selat Karimata, dan Tanah Genting Kra.
Dengan wilayah kekuasaan itu, Kerajaan Sriwijaya menjadi Kerajaan Laut terbesar di Asia Tenggara.


Daerah Kekuasaan Kerajaan Sriwijaya

Kehidupan Politik
Dalam perkembangan sejarah Indonesia, Kerajaan Sriwijaya merupakan Kerajaan besar yang pernah membawa kemegahan dan kejayaan bangsa Indonesia di masa lampau. Raja-raja yang berhasil diketahui pernah memerintah Kerajaan Sriwijaya adalah sebagai berikut.
Raja Dapunta Hyang
Berita mengenai raja ini diketahui melalui Prasasti Kedukan Bukit (684 M). Pada masa pemerintahanya,
Raja Dapunta Hyang telah berhasil memperluas wilayah kekuasaannya sampai ke wilayah Jambi, yaitu dengan menduduki wilayah Minangatamwan.

 
Salah satu peninggalan sejarah 
Kerajaan Sriwijaya adalah berupa Candi Muara Takus

Raja Balaputra Dewa
Pada masa pemerintahanya Balaputra Dewa, Kerajaan Sriwijaya mengalami masa kejayaan. Pada awalnya, Balaputra Dewa adalah raja dari Kerajaan Syailendra (di Jawa Tengah). Ketika terjadi perang saudara di Kerajaan Syailendra antara Balaputra Dewa dan Pramodhawardani (kakaknya) yang dibantu oleh Rakai Pikatan (Dinasti Sanjaya), Balaputra Dewa mengalami kekalahan. Akibat kekalahan itu, Balaputra Dewa lari ke Sriwijaya. Di kerajaan Sriwijaya berkuasa Raja Dharma Setru (kakak dari ibu Balaputra Dewa) yang tidak memiliki keturunan, sehingga kedatangan Balaputra Dewa di Kerajaan Sriwijaya di sambut baik. Kemudian diangkat menjadi raja.
Pada masa pemerintahanya Raja Balaputra Dewa, Kerajaan Sriwijaya berkembang pesat. Raja Balaputra Dewa meningkatkan kegiatan pelayaran dan perdagangan rakyat Sriwijaya. Di samping itu, Raja Balaputra Dewa menjalin hubungan dengan kerajaan-kerajaan di luar wilayah Indonesia, terutama kerajaan-kerajaan di India. Bahkan pada masa pemerintahanya, Kerajaan Sriwijaya menjadi pusat perdagangan dan penyebaran agama Budha di Asia Tenggara.
Raja Senggrama Wijayattunggawarman
Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Sriwijaya mengalami ancaman dari Kerajaan Chola (India). Dibawah Raja Rajendra Chola, Kerajaan Chola melakukan serangan dan berhasil merebut Kerajaan Sriwijaya. 

0 komentar:

Poskan Komentar